Wednesday, 11 February 2015

Hindari Iritasi Kulit dengan Sering Mengganti Popok

Dalam hal perawatan kebersihan untuk bayi, penggunaan popok masih merupakan cara yang paling praktis, efektif, dan higienis untuk menampung urin dan tinja.

"Tapi perlu diketahui bahwa kulit bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kulit bayi lebih tipis dan kurang siap untuk mengatasi iritasi kontak dengan urin dan tinja, sehingga mudah terjadi dermatitis popok," kata dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK(K) dari Sub-Bagian Dermatologi Anak, Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasar data kepustakaan, bahkan disebut, 50% dari bayi yang menggunakan popok, pernah mengalami dermatitis popok. Dermatitis popok adalah kelainan kulit yang timbul akibat radang di daerah kulit yang tertutup popok, yaitu daerah alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipat paha, dan perut bagian bawah.

Kelainan kulit ini paling sering terjadi di usia 9-12 bulan. Kalau ringan, gejalanya hanya kemerahan saja, tapi kalau parah bisa timbul bintil-bintil merah, lecet, bersisik, dan kalau lebih parah lagi bisa tampak basah serta bengkak.

"Yang paling sering adalah kemerahan pada kulit. Bahkan karena seringnya, ada yang mengira hal ini wajar saja terjadi," papar Titi.

Dermatitis popok ini, kata Titi, salah satunya disebabkan pemakaian popok yang salah, yaitu tak mengganti popok segera setelah bayi buang air. Padahal tinja yang bercampur dengan urin akan membentuk zat amonia yang kemudian akan mengiritasi kulit.

Kesalahan lain, bila penggunaan popok melebih daya tampungnya, sehingga jadi lembap. "Kulit yang lembap akan rentan terhadap iritasi, infeksi jamur dan bakteri," ujarnya.

Jadi, pencegahan dermatitis popok bisa dilakukan dengan cara mengurangi kelembapan kulit. Untuk itu, gantilah segera popok setelah ia BAB, gunakan popok sesuai daya tampungnya, bersihkan kulit dan keringkan, serta berikan krim atau salep untuk perlindungan kulit si bayi.

Jika memang sudah terjadi dermatitis popok, tangani gangguan itu dengan cara selalu mengganti popoknya segera setelah ia buang air. Kemudian, bersihkan kulitnya dengan air dan sabun, lalu keringkan. Olesi kulitnya dengan krim atau salap pelindung. Bila ternyata tidak sembuh-sembuh juga, bawalah bayi ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

FOTO: POPOKPENUH.JPG – CLEARFECTION.COM

 

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!