Monday, 24 August 2015

Kenali dan Atasi Stres Pada Anak

Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga bisa alami stres. Sebab anak sudah memiliki kekhawatiran dan stres mereka sendiri pada tingkatan tertentu. Dan kebanyakan terjadi secara diam-diam, ujar Michelle L.Bailey, M.D., FAAP, penulis buku Parenting Your Stressed Child. Stres pada anak bisa dipicu oleh pelbagai faktor, seperti kondisi lingkungan, interaksi sosial antar anggota keluarga, teman sepermainan, kegiatan di sekolah, atau bahkan faktor yang berasal dari dalam diri mereka sendiri. Kondisi-kondisi yang dapat memicu stres pada anak, seperti jadwal aktivitas yang terlampau padat, ‘ikut campur’ dengan masalah orangtua karena mendengar segala kekhawatiran yang dihadapi orangtua (masalah kerja, penyakit yang diderita, hubungan dengan pasangan, dan masalah finansial), atau melihat berita-berita yang ‘mengganggu’ di televisi seputar bencana alam, perang, dan terorisme.

Perlu diperhatikan, masalah yang tampak tak berarti bagi orang dewasa, mampu memberikan tekanan yang signifikan pada anak. Bahkan bisa berpengaruh pada kondisi kesehatan mereka. Perhatikan juga apakah ada sesuatu yang berubah pada si kecil. Sebab kadang stres pada anak dapat timbulkan gejala yang nyata, misal anak yang biasanya tidur lelap menjadi sering terbangun di tengah malam, atau nilai-nilainya di sekolah menurun. Secara umum, berikut beberapa ciri-ciri yang timbul saat anak alami stres:

Ciri fisik : sakit kepala, susah tidur, nafsu makan menurun, sakit perut, nyeri pada dada, detak jantung yang cepat, kelelahan, mengompol, mimpi buruk.

Ciri emosi : rasa cemas, rasa takut, bosan, lebih cengeng, cepat marah, mood swings, menarik diri dari aktivitas yang biasa.

Ciri kognitif : menarik diri dari kehidupan bersosial, sulit konsentrasi.

Ciri tingkah laku : cepat marah, emosi yang meledak-ledak, memiliki kebiasaan baru (menghisap jempol, memutar rambut, atau mencubit-cubit hidung).
Sebagai orangtua bantu anak mengatasi stres yang mereka alami dengan melakukan tip berikut:

  • Dengarkan keluhan si kecil. Tanyakan dengan tenang dan penuh perhatian perihal apa yang salah pada mereka. Hindari perilaku yang menghakimi, menyalahkan, dan menceramahi tentang apa yang Anda pikir harus mereka lakukan. Misinya adalah agar kegelisahan si kecil itu didengar dengan baik.
  • Ungkapkan opini tentang perasaan yang si kecil rasakan. Ini akan menunjukkan  bahwa Anda mengerti apa yang mereka hadapi, mengapa itu terjadi dan memperlihatkan kepedulian Anda terhadap mereka. Merasa dimengerti dan didengar akan membantu anak merasa didukung dan tidak sendiri, terutama pada masa-masa sulit.
  • Ajak anak berdiskusi cara sehat untuk menghadapinya, seperti aktivitas fisik, strategi relaksasi dan teknik bernapas.
  • Gunakan cara efektif untuk diri Anda sendiri. Karena Anda adalah panutan anak, maka menerapkan strategi dan teknik menghadapi stres yang baik dan sehat dalam kehidupan Anda sendiri sehari-hari. Ini akan mengajarkan dan membuat si kecil otomatis mengikutinya.
  • Kurangi faktor pemicu stres. Setelah mengenali apa saja yang bisa membuat anak Anda stres, sebisa mungkin tekan faktor itu ‘mendekat’ pada anak.

FOTO: NAKITA

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!