Tuesday, 03 October 2017

Mengenal Imunisasi MR Yang Sedang Ramai Dibicarakan

Imunisasi MR diberikan pada anak untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak (measles)  dan campak jerman (rubella). Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella atau yang belum pernah mengalami penyakit ini berisiko tinggi tertular.

Cara kerja imunisasi MR sama dengan imunisasi pada umumnya, yakni dengan memberikan antigen atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan merangsang antibodi. Antibodi yang terbentuk berguna untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif, sehingga dapat mencegah/ mengurangi penularan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, termasuk campak dan rubella.

Imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.  Efek samping imunisasi MR  adalah terjadi demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan. Hal ini normal dan akan hilang setelah dua sampai tiga hari.  Terkait dengan kejadian ikutan setelah pemberian vaksin MR seperti peristiwa lumpuh yang menyerang seorang anak setelah pemberian vaksin, belum ditemukan bukti keterkaitan antara vaksin MR   dengan kelumpuhan tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa No. 4 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa imunisasi diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu. Disebutkan juga dalam Fatwa MUI tersebut bahwa orangtua dan masyarakat wajib berpartisipasi menjaga kesehatan, termasuk dengan memberikan dukungan pelaksanaan imunisasi.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!