Wednesday, 20 September 2017

Ternyata Pilek Pada Anak Bisa Sembuh Sendiri

Hampir semua anak pasti pernah mengalami pilek. Hidung mampet terkadang membuat anak menjadi rewel dan membuat Bunda semakin khawatir.

Tentu, rasa khawatir yang muncul saat  melihat anak sakit, sangat wajar. Namun Bun, mulai saat ini,  bila buah hati sedang menderita batuk pilek, kita perlu berusaha untuk tidak  cepat-cepat memberinya obat.  Karena menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebagian besar batuk pilek akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease).

 Perlu diketahui juga, batuk pilek bukanlah  penyakit, justru merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dan paru-paru dari mikroorganisme, lendir, serta benda asing. Batuk pilek (common cold/ rinitis) merupakan gangguan saluran pernapasan bagian atas yang bersifat ringan akibat infeksi virus. Gejala umumnya berlangsung 5—7 hari walaupun ada juga yang sampai 2 minggu, bergantung pada daya tahan tubuh yang bersangkutan.

                Lalu apa yang bisa Bunda lakukan? Beberapa tips di bawah ini dapat meringankan keluhan batuk pilek pada anak:

  • Minta si kecil untuk minum air putih hangat sesering mungkin. Ini akan membantu slem/lendir di sistem pernapasan jadi lebih cepat luruh sehingga bisa mengurangi batuk dan hidung mampet.
  • Anak balita bisa diajarkan mengisap uap dari air panas yang ditaruh di baskom. Lakukan pada pagi dan sore selama 10— 15 menit atau semampunya.
  • Anak di atas satu tahun boleh diberikan madu 1 sendok makan sehari sekali atau jus buah-buahan sesering mungkin. Pemberian madu dan jus buah bermanfaat mempercepat bangkitnya daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus.
  • Istirahat penting dilakukan untuk mempercepat kesembuhan. Sejak anak menunjukkan gejala batuk pilek, jangan dibiarkan main keluar rumah, juga bersekolah. Biasanya 3 hari kemudian kondisinya sudah membaik.
  •  Berjemur di bawah sinar matahari pagi sebelum pukul 07.00 baik dilakukan. Sinar matahari pagi sangat baik untuk melawan virus, menghilangkan/mengeluarkan slem, juga meredakan batuk.
  • Untuk melonggarkan pernapasan yang mampet, teteskan ke lubang hidung anak cairan garam fisiologis. Mudah didapatkan di apotek. Pemberiannya ikuti petunjuk yang tertera dalam kemasan dan brosur atau 2—3 tetes sudah cukup. Ketika anak berbaring, sebaiknya bantal ditinggikan.
  • Jika saat si kecil tidur lalu batuk-batuk, upayakan tidur dalam posisi tengkurap/telungkup. Dengan posisi ini napas akan lega dan bisa meredakan batuk.
  • Jika anak demam tinggi, di atas 38 derajat Celsius, segera berikan penurun panas, seperti ibuprofen atau parasetamol.  
Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!