Wednesday, 31 December 2014

Kapan Anak Harus Mulai dan Berhenti Memakai Gelas Isap

Maryann Jacobsen, seorang pakar nutrisi keluarga, suatu kali mengalami situasi di mana putrinya yang berusia 4 tahun hanya mau minum susu dari gelas isap (sippy cup ). Dia sempat terpikir bahwa di usia 4 tahun mestinya anak sudah berhenti menggunakan gelas isap. Tapi, benarkah demikian? Penulis bukuFearless Feeding: How to Raise Healthy Eaters from High Chair to High School ini lalu melakukan riset, dan menilai bahwa orangtua perlu mengetahui kapan anak harus mulai dan berhenti memakai gelas isap. Ada lima hal penting yang perlu Anda ketahui:1.Mulailah menggunakan gelas isap lebih awal . Bayi biasanya sudah mulai aktif sejak usia 6 bulan. Momen ini juga bisa digunakan untuk mengenalkan gelas untuk minum air atau jus yang sudah cair. Adalah suatu langkah baik juga mengenalkan gelas isap dengan pegangan tangan agar si anak terbiasa dan mengetahui bahwa bahan cair (termasuk susu) juga bisa diperoleh selain dari botol dan payudara. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar orangtua agar tidak lagi menggunakan botol pada anak antara 12 hingga 24 bulan. 2.Gunakan gelas isap dengan bijak . Sekali anak Anda menggunakan gelas isap, gunakanlah dengan bijak. Menurut Healthy Children, sebuah situs yang digawangi AAP, sangat dianjurkan bagi orangtua untuk menghindari pemakaian gelas isap sebagai andalan atau membiarkan anak menggunakannya selama satu hari penuh, walaupun berisi air. Minum dari gelas isap terus-menerus akan membahayakan dan merusak gigi mereka. Salah satu riset yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan adanya kenaikan kerusakan gigi pada anak usia 2 hingga 5 tahun sebesar 15 persen dari tahun 1994 hingga 2002. Penggunaan gelas isap yang tidak bijak ditengarai sebagai salah satu penyebabnya. 3. Singkirkan gelas dot secepatnya. jangan gunakan terlalu lama . Mesti dipahami bahwa penggunaan gelas isap hanyalah untuk masa transisi saat anak sudah masanya menggunakan gelas biasa. Penggunaan gelas isap berlebihan dan terlalu lama tidak hanya merusak gigi, tapi juga bisa menyebabkan kesulitan bicara pada bayi. Kenapa bisa demikian? Ketika mereka mengisap gelas isap seperti yang mereka lakukan pada botol, jika terlalu lama akan turut mengubah posisi lidah dan gigi, dan ini menjadi penyebab masalah pada artikulasi di kemudian hari. Menurut artikel di situs WebMD, penggunaan gelas isap ada baiknya hanya satu bulan lamanya. Menggunakan gelas dengan sedotan diyakini lebih baik untuk perkembangan gigi dan cara bicara pada anak. 4. Dorong anak untuk minum dari gelas biasa . AAP merekomendasikan agar orangtua mulai mengajari anak untuk minum dari gelas biasa saat mereka berusia 12 hingga 15 bulan. Sekali anak mulai mampu mengggunakan gelas biasa, Anda bisa menerapkannya saat memberi makan, saat santai, atau dalam perjalanan. Bahaya lain jika membiarkan anak menggunakan gelas isap terlalu lama adalah Oral Myofunctional Disorder (OMD). Menurut International Association of Orofacial Myology, ada beberapa gejala terhadap kelainan ini. Di antaranya, pertumbuhan ibu jari, bibir, dan lidah, menjadi tidak normal, begitu juga dengan timbulnya masalah saat membuka mulut dan bibir, masalah pada postur gigi dan lidah, serta ketidaktepatan dalam berbicara atau menelan. 5. Jangan gunakan gelas isap lagi di usia antara 2 hingga 3 tahun . Menurut AAP Pediatric Nutrition Manual, anak dalam perkembangannya sudah siap untuk melepas atau tidak lagi menggunakan gelas isap di usia antara 2 hingga 3 tahun. Apakah tidak memakai gelas isap akan membuat mereka kesulitan dalam minum dan muncrat kemana-mana? Rasanya tidak. Jika anak menggunakan gelas biasa dan mulai terbiasa dengan sedotan, ini akan berangsur menjadi lebih baik. Seperti halnya memberi alat atau mainan pada anak, begitu pula saat mengajari mereka minum. Jangan terlalu lama dan kelamaan. Yang penting Anda tahu kapan anak harus mulai dan berhenti memakai gelas isap.FOTO: GELAS ISAP.JPG – NEWKIDSCENTER.COMProduk Terkait: vidoran xmart
Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!