Wednesday, 04 November 2015

Kenali Alergi pada Anak dan Cara Menanganinya

Prevalensi penderita alergi di dunia terus mengalami peningkatan sekitar 30-40% setiap tahunnya. Dan meski alergi bersifat genetik atau diturunkan, tapi bayi dengan orangtua yang tidak memiliki riwayat alergi pun tetap memiliki risiko menderita alergi mencapai 5-15%. Karena itu pendeteksian sedini mungkin menjadi cara paling efektif untuk menekan dampak negatif yang bisa muncul dalam kehidupan si kecil kelak.

Alergi mampu memengaruhi tingkat kualitas kehidupan anak, mulai dari aktivitas belajar, makan, bermain, bersosialisasi, sampai waktu tidur. Karena itu, sebagai orangtua, Anda dituntut untuk lebih peka dan sigap dalam menghadapi kondisi ini. Agar tidak salah kaprah, yuk kenali alergi sama-sama.

Apa sih sebenarnya alergi?
Menurut situs KidsHealth.org, alergi adalah sebuah reaksi tubuh yang menyimpang atau berlebihan terhadap berbagai rangsangan dari luar tubuh, yang biasanya bagi sebagian besar orang tidak berbahaya. Bagi orang yang memiliki alergi, sistem tubuh mereka memperlakukan rangsangan tersebut, yang biasa disebut allergen, sebagai sebuah serangan dan tubuh beraksi berlebih sehingga menyebabkan gejala yang mengganggu hingga serius.

Umumnya, reaksi alergi akan menimbulkan tanda khas pada mata, hidung, tenggorokan, paru-paru, kulit, atau saluran pencernaan. Ini dilakukan sebagai cara tubuh mencoba melepaskan diri dari sang "pengganggu" yang menyerang. Paparan allergen yang sama kelak bisa memicu munculnya reaksi alergi yang sama kembali. Ini artinya, tiap kali seseorang yang memiliki alergi terpapar oleh allergen tertentu, maka mereka akan mengalami reaksi alergi. 

Alergi juga ada banyak jenisnya, mulai dari debu, makanan, hewan peliharaan, suhu, serangga, obat, hingga zat kimia. 
Beberapa alergi sangat mudah untuk diindetifikasi karena pola gejala yang timbul usai terpapar allergen sangat nampak dan mudah dikenali. Tapi beberapa jenis alergi yang lain tidak terlalu nampak karena memberikan gejala yang hampir sama dengan penyakit lain. Sehingga, jika si kecil menunjukkan gejala yang menyerupai alergi, segera periksakan anak ke dokter untuk diperiksa lebih detail, seperti melalui tes kulit dan darah. 

Sebenarnya tidak ada obat yang bisa menyembuhkan alergi, tapi hanya meringankan gejalanya saja. Satu-satunya cara untuk mengurangi alergi adalah dengan meminimalisasi paparan dari allergen yang bisa membuat alergi si kecil kambuh. Ini artinya, orangtua harus mengajarkan anak mereka sedini mungkin, tak hanya tentang alergi itu sendiri, melainkan juga mengenai reaksi yang bisa mereka alami apabila mereka mengonsumsi atau berkontak langsung dengan allergen.
Selain pada anak, Anda juga perlu memberitahukan informasi tentang masalah alergi anak kepada orang-orang yang sering berhubungan dengan anak (pengasuh, guru, kakek, nenek, anggota keluarga lain, orang tua teman si kecil). 

Apabila menekan paparan allergen di sekitar si kecil sangat sulit atau tidak efektif, maka memberikan obat bisa menjadi cara yang bisa menurunkan gejala alergi anak. Tetapi ingat,  konsultasikan dengan dokter anak terlebih dulu, sehingga si kecil bisa mendapatkan obat  dan dosis yang sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka. 
FOTO: ALERGI.JPG – SCHOLASTIC.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!