Wednesday, 15 April 2015

Madu Membantu Perkembangan Otak Bayi

Banyak orangtua bertanya-tanya, apakah madu boleh diberikan kepada bayi, dan adakah manfaat yang bisa didapat?. Menurut riwayat-riwayat nonmedis dari zaman dulu kala, madu ternyata baik diberikan sejak bayi baru lahir, demikian pendapat Dr. H. Adi Tagor, Sp.A., DPH.

Menurut staf medik pediatri pada RS Pondok Indah, Jakarta ini, salah satu zat paling bagus yang dikandung madu ialah fruktosa atau gula buah. "Gula buah ini dikumpulkan oleh lebah-lebah dari nectar, yaitu cairan yang berada pada bunga dan biji bakal buah. Ditambah lagi pollen atau butir-butir kecil seperti sagu (puting sari, -red.) yang ada di bunga. Lebah membawa pollen untuk menyerbuki bunga jantan yang nantinya menghasilkan buah. Nah, lebah mendapat upahnya, yaitu madu," terangnya.

Madu, terangnya lebih lanjut, memang merupakan persiapan untuk tumbuhnya anak-anak lebah. "Makanya, lebah bisa bertumbuh dengan cepat. Jadi, ada faktor-faktor alam yang belum diketahui yang memicu pertumbuhannya."

Itu sebabnya, pertumbuhan manusia cocok dengan filsafat madu. Sewaktu baru lahir, organ-organ tubuh manusia belum matang. Ginjalnya baru matang di tahun pertama, livernya di tahun kedua, dan otaknya di tahun keenam. Jadi, organ-organ tubuh manusia masih dalam proses pembangunan.

Pada kesempatan terpisah, pakar obat tradisional (alm.) Prof. H. Hembing Wijayakusuma juga pernah mengungkapkan, madu sebagai jenis pemanis murni, sebagian besar diterima dan cocok untuk bayi. Zat gulanya mudah diserap tubuh. Madu juga mengandung mineral-mineral dan protein yang juga terdapat pada susu.

Selain itu, aromanya mengundang selera, dan kandungan vitamin C-nya tinggi. "hal ini menurut Hembing  membuat madu memiliki daya antiseptik dan efek laksatif atau pencahar ringan,” .

Pendeknya, tandas Hembing, madu mengandung semua vitamin dan mineral lengkap yang dibutuhkan tubuh. Itu sebab, madu amat bermanfaat bagi kesehatan. Antara lain untuk mengatasi gangguan paru-paru, tukak lambung, tekanan darah tinggi, sakit perut, batuk, selesma, pegal linu, sakit pinggang, kaku pada leher, rematik, pengapuran, sembelit, meningkatkan kecerdasan, memperlancar buang air kecil, menyuburkan rambut, sakit kepala, dan lainnya.

Perkembangan Otak
Untuk bayi dan balita, kata Hembing, madu bermanfaat antara lain untuk perkembangan tubuh. Selain bisa melancarkan pencernaan, menghindari kejang (kolik) pada bayi, mengatasi kebiasaan mengompol, tidur tak nyenyak, batuk, gangguan pernafasan, menyuburkan rambut, sembelit, dan lainnya.
Tak kalah penting, madu bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan. "Aneka zat yang terdapat dalam madu berkhasiat bagi perkembangan otak anak, terutama zat gulanya yang sangat dibutuhkan otak untuk melaksanakan fungsinya secara optimal." Itu sebab, sejak anak masih di kandungan pun, madu sangat baik diberikan.

"Pada dasarnya, madu sebagai food suplement yang berasal dari alam, khasiatnya bermacam-macam, termasuk untuk kecerdasan atau perkembangan otak anak. Asalkan tidak ada penyakit," tambah Adi Tagor.
Meskipun begitu, ingat Hembing, pemberian madu hendaknya tak berlebihan, baik pada bayi dan anak maupun janin, karena bisa berakibat jelek.

 

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!