Wednesday, 11 February 2015

Madu, Sumber Karbohidrat untuk Bayi

Makanan yang terbaik untuk bayi baru lahir adalah ASI, karena ASI sudah mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh-kembangnya. "Dalam ASI juga terdapat zat anti bodi yang berasal dari ibu, sehingga bayi tak mudah terserang penyakit," tutur dr. Dadang Primana, MSc, SpGZ, SpKO.

ASI juga lebih praktis, murah, dan bersih. Lagi pula, ketika bayi menyusu ASI, ibu pasti akan mendekap bayinya sehingga memberikan rasa aman dan perlindungan pada bayi.

Pemberian susu formula lebih dianjurkan setelah bayi berusia 5-6 bulan. Soalnya, di usia tersebut, berat badan bayi berkisar sekitar 6,5 kg (rata-rata) sehingga kebutuhan susunya bertambah, demikian menurut Dadang.

"Di samping, pada saat itu produksi ASI juga sudah mulai berkurang, sehingga diperlukanlah tambahan susu formula," terangnya.

Nah, mulai usia 6 bulan, anak sudah boleh mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Di usia ini anak mulai diperkenalkan dengan berbagai bahan makanan, seperti buah dan sayuran, bubur instan, dan sumber-sumber nutrisi lainnya.
Bagaimana dengan makanan manis? Menurut Dadang, sebaiknya bayi tak mengonsumsi makanan manis. Selain tak baik untuk pertumbuhan gigi, "Makanan manis seperti cokelat, es krim, dan kue-kue kecil, juga memiliki gizi yang kurang seimbang."

Cokelat, misalnya, yang tinggi adalah kadar lemak dan gulanya, sedangkan proteinnya kurang. Begitu juga es krim, kadar lemak dan gulanya sangat tinggi. Lain halnya dengan madu.

"Madu merupakan sumber karbohidrat yang sederhana bagi bayi karena mudah diserap dan dicerna," terang Dadang.

Seperti diketahui, karbohidrat terdiri dari dua jenis; yang kompleks seperti nasi dan yang sederhana seperti madu. Madu dapat memberikan energi untuk waktu yang cukup lama. Rasanya yang manis dapat disukai anak-anak. Selain itu, madu juga menyediakan vitamin dan mineral, membantu menyembuhkan luka lebih cepat, melindungi liver, dan membantu mengurangi batuk.

Ya, menurut sebuah studi yang dimuat di jurnal Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, madu bisa mengurangi batuk pada malam hari. Cairannya yang kental  akan melapisi dan meredakan bagian belakang tenggorokan, sementara rasanya yang manis akan memicu keluarnya liur. Liur akan mencairkan lendir dan mengurangi rasa ingin batuk.  

Kandungan antioksidan pada madu juga membantu tubuh menangkis virus penyebab flu, sehingga mengurangi gejalanya, demikian pendapat Ian Paul, MD, peneliti dan dokter anak di Hershey, Pennsylvania. Nah, jika anak batuk, berikan dia madu sebelum tidur.

Hanya saja, madu sebaiknya diberikan kepada bayi setelah usianya paling tidak 12 bulan. Sebab, madu mengandung spora bakteri  Clostridium botulinum, yang dapat berkembang dalam sistem pencernaan bayi yang belum matang. Bila diberikan pada bayi di bawah usia 12 bulan, bisa menyebabkan botulisme pada bayi, atau penyakit akibat keracunan bakteri.

FOTO: MADU.JPG – WEBMD.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!