Wednesday, 11 February 2015

Rutin Sarapan Membantu Kemampuan Anak Menangkap Pelajaran di Sekolah

Tak bisa dipungkiri, keterbatasan waktu membuat pola hidup masyarakat kota, terutama kota-kota besar cenderung serba terburu-buru, termasuk dalam urusan sarapan. Bahkan tidak sedikit anak yang akhirnya enggan sarapan hanya karena takut terlambat sekolah. Padahal, menurut pakar gizi, Dr. Leane Suniar M, MSc, SpGK, menu sarapan hendaknya memiliki komposisi gizi cukup dan seimbang.

Leane mengingatkan pentingnya sarapan sebagai makanan pertama yang masuk ke dalam perut setelah sepanjang malam tidur. Makanan inilah yang kemudian diandalkan sebagai cadangan energi untuk kelangsungan aktivitas anak di rumah atau di sekolah.

"Sarapan memasok kebutuhan energi cukup besar ke dalam tubuh, sekitar 35 persen. Kalau pola makannya empat kali sehari, maka sarapan memasok 25 persen kebutuhan energi," ungkap dokter yang berpraktik di Rumah Sakit PGI Cikini ini.

Sarapan juga berperan melindungi tubuh terhadap dampak negatif kondisi perut kosong selama berjam-jam. Coba hitung, kala bangun tidur lambung anak sudah kosong selama sekitar 10 jam. Nah, kosongnya lambung inilah yang membuat kadar gula darah dalam tubuh anak akan turun drastis. Soalnya, kadar gula darah hanya mampu bertahan hingga 2 jam.

Setelah itu, yang bersangkutan mesti mengisi perutnya kembali agar tubuhnya bisa beraktivitas secara optimal. Jika tidak, maka pasokan energi glukosa bagi otak bisa terganggu. Kalau sudah begini, kemampuan kognisi anak pun akan melemah. Sayang sekali, kan?

Kalau kebiasaan buruk tak sarapan dipertahankan, bukan tidak mungkin anak akan menunjukkan gejala hipoglikemia (rendahnya kadar gula darah). Gejalanya antara lain rendahnya kemampuan berkonsentrasi, cepat lelah, dan mudah mengantuk. Akibatnya, kemampuan anak menangkap pelajaran pun jadi rendah. Akibat lemas, anak jadi cenderung lamban dan tidak kreatif dalam berpikir.

Yang juga memprihatinkan, anak dengan kadar gula darah di bawah normal amat berpeluang mengalami pingsan. Khususnya ketika anak aktif bermain dan bergerak ke sana kemari, berdiri lama saat mengikuti upacara, atau terkena terik sinar matahari. Kadar gula darah yang rendah bisa membuat kesadaran anak menurun drastis hingga akhirnya jatuh pingsan.

Nah, karena itu, selalu siapkan sarapan setiap pagi agar anak mampu bermain dan belajar lebih baik. Pilih menu sarapan yang sehat agar anak bisa mendapatkan energi yang baik. Leane memberikan contoh sarapan sehat, seperti sepiring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi/ikan/ayam, ditambah irisan sawi, kemudian disajikan bersama secangkir teh manis atau susu. Atau roti dua potong, dioles margarin, ditambah taburan cokelat atau disisipi sosis/burger. Sajikan bersama jus buah.

FOTO: MENUSARAPAN.JPG – DAILYBURN.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!