Thursday, 05 March 2015

Saat Memberikan Buah Perhatikan Tahapan Usia Bayi

Buah memang bagus untuk tubuh, termasuk untuk bayi tercinta. Buah segar untuk bayi jauh lebih bernutrisi ketimbang makanan kemasan untuk bayi yang dibeli di toko, demikian menurut The University of Maine.

Kendati begitu, para ibu sering bingung, buah apa yang pas buat si kecil, seberapa banyak porsinya, kapan buah bisa mulai diberikan untuk bayi, dan sebagainya. Untuk memastikan bayi menyukai buah yang diberikan, berikan pada waktu yang tepat, dan mengolahnya dengan baik.

Usia. Rose Welton, penulis nutrisi untuk situs Livestrong, menyarankan untuk memberikan makanan padat untuk bayi ketika usianya sudah enam bulan. Selain itu, ada beberapa ciri anak yang sudah siap mengonsumsi makanan padat, antara lain sudah mampu menegakkan kepala, duduk dengan cara disangga, dan terlihat tertarik pada makanan. Bubur nasi juga sering disarankan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) pertama karena mudah dicerna oleh bayi.
Sementara itu, situs The Kids Health mengatakan, begitu bayi bisa makan sereal dari sendok, Anda boleh mencoba memberinya buah atau sayuran.

Menyajikan buah.  Pada awalnya, Anda harus menyiapkan buah tumbuk atau puree buah untuk bayi. Buang biji buahnya, lalu buat puree apel, pir, pisang, atau pepaya, dengan food processor atau blender. Buah yang sudah matang, seperti pisang, bisa dikerok saja dengan garpu. Untuk bayi yang baru mulai mencoba MPASI, Anda bisa menambahkan susu atau air untuk mengencerkan buah. Seiring berjalannya waktu, buat puree buah menjadi lebih kental. Di usianya yang ke-8 atau 11 bulan, bayi sudah bisa mulai menikmati buah yang dipotong kecil-kecil.

Buah yang perlu dihindari. The Kids Health menyarankan untuk tidak memberikan buah-buahan yang asam pada bayi hingga usianya satu tahun. Buah-buahan dari keluarga sitrus contohnya jeruk, lemon, limau, dan grapefruit. Rasa asam dari buah-buahan tersebut bisa menyebabkan bayi sakit perut hingga mengalami ruam popok.
Selain itu, buah  yang kecil seperti  buah beri bisa menyebabkan bayi tersedak. Pastikan Anda telah memotongnya kecil-kecil sebelum menyajikannya. Setelah menawarkan satu jenis buah yang baru, situs Babycenter menyarankan Anda untuk menunggu sekitar tiga hari sebelum menawarkan makanan baru lainnya. Hal ini baik untuk membantu mengetahui jika ada gejala alergi, seperti ruam, kembung, atau diare.

Menguatkan Gigi
Setelah berumur 6-7 bulan, di mana umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi, ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga dan semangka. "Penyajiannya pun dapat lebih kental dari sebelumnya, yaitu dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan," jelas dr. Dini Latief, MSc, Direktur Bina Gizi Masyarakat Depkes RI dan Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).
Secara bertahap di usia ini bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya. Karena umumnya di usia ini bayi mulai belajar mengunyah. Sementara buah yang sebaiknya dihindari, sama halnya dengan untuk bayi umur empat bulan, yaitu yang terlalu asam dan yang mengandung alkohol.
Menginjak usia delapan bulan, biasanya gigi-giginya sudah semakin kuat, sehingga sudah dapat diberikan buah yang mengandung banyak serat, seperti semangka dan mangga yang dipotong kecil-kecil. Buah-buahan lain, seperti pepaya dan pisang juga dapat diberikan setelah dipotong kecil-kecil terlebih dahulu.
Pada usia 11-12 bulan, karena biasanya gigi-giginya sudah kuat dan lengkap, dianjurkan memberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang. Jadi, buah-buahan yang diberikan tidak perlu dijus lagi, melainkan diberikan secara utuh untuk melatih gigi-giginya agar kuat.

 

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!