Wednesday, 30 September 2015

Batasi Asupan Gula pada Camilan Anak

Memberikan makanan yang manis-manis untuk anak tentu boleh, asal tidak terlalu banyak. Selain bisa cepat merusak gigi, anak juga berisiko tinggi terkena diabetes. Sangat penting bagi Anda untuk membatasi asupan gula pada camilan anak sejak dini.

Yang Diperbolehkan
Jangan berikan anak camilan manis yang kurang sehat, seperti permen, cookies, chocolate bar, setiap hari. Ada baiknya, Anda menyimpan jajanan ini pada acara-acara khusus saja dalam ukuran yang sesuai dengan usia mereka. Satu buah mini candy bar, satu atau dua cookies berukuran kecil, atau es krim dengan ukuran cone kecil, adalah ukuran porsi yang masuk akal untuk anak-anak. Jika anak merengek minta lebih, bersikaplah tegas dan konsisten tentang aturan yang sudah Anda buat.

Ganti Camilannya
Ada banyak makanan sehat yang bisa anak santap sebagai alternatif pengganti jajanannya. Di antaranya: buah, puding, jelly, ubi jalar, biskuit, sereal, yogurt, atau keju. Jika Anda memilih dan membelinya dari pasar swalayan, perhatikan kandungan nutrisi yang tertera pada kemasannya. Saat ini, banyak camilan yang kelihatannya sehat padahal sarat dengan gula (terutama gula tambahan atau added sugar).

Nah, yang seru biasanya jika Anda membuat camilan untuk anak sendiri. Anda bisa lebih bereksplorasi dengan kandungan nutrisi yang sesuai untuk kebutuhan anak. Atau, Anda bisa mengganti waktu "jajan" anak dengan makanan penutup (dessert). Artinya, anak ngemil hanya di saat menyantap dessert saja. Anak Anda pasti akan menyukai ide ini, karena biasanya makanan penutup itu identik dengan yang manis-manis. Buatlah makanan penutup yang sehat, misalnya potongan buah yang disiram yogurt, atau biskuit tawar atau crackers yang diselipi keju atau selai kacang.

Yang harus Anda perhatikan juga dalam hal dessert ini, jangan membuat makanan penutup bergantung pada seberapa banyak anak mampu memakannya.
Sebelum anak memakannya, pastikan ia sudah menghabiskan makanan utamanya terlebih dahulu. Gula yang sifatnya manis dapat meningkatkan yang memberikan sinyal ke otak untuk makan lebih banyak lagi. Ditakutkan, jika anak mengonsumsi dessert terlalu banyak dan cepat (sebelum makan), ia jadi tidak doyan makan lagi.
Jangan lupa, jika anak minta porsi lebih untuk dessert-nya, katakan tidak.

FOTO: CAMILAN.JPG – EXPERTRAIN.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!