Wednesday, 03 June 2015

Berapa Lama Anak Boleh Bermain

Kebutuhan anak untuk bermain sudah terungkap dalam buku The Play of Man (1901) karya filsuf Jerman Karl Groos. Bahkan, menurutnya, anak tidak hanya perlu bermain untuk mempelajari kecakapan hidup (life skills) secara umum, tetapi juga ketrampilan yang spesifik di lingkungan tempat tinggalnya. Misalnya, naik kerbau di sawah atau menangkap ikan di empang. Anak boleh bermain apa saja, memanjat pohon, masak-masakan, petak umpet, mengejar-ngejar kucing, dan lain sebagainya. Ketika mereka mengambil panci dan bumbu dapur Anda, bahkan berhasil menyalakan api di kompor, itu mereka lakukan karena mereka memandangnya sebagai permainan. Ada sebagian orangtua yang membiarkannya, karena beranggapan itulah cara mereka mempelajari kegunaan barang-barang tersebut. Yang pasti, anak melakukan semua hal itu karena ingin, dan menganggapnya sebagai aktivitas yang menyenangkan. Bermain pun tidak hanya menimbulkan rasa senang dan membuat anak dapat melepaskan energi positif maupun negatif. Bermain juga menjadi sarana anak-anak untuk mengembangkan diri secara optimal.
Peter Gray, psikolog dan peneliti di Boston College, mengatakan bahwa anak-anak belajar dengan cara mengobservasi, mengeksplorasi, dan bermain. Oleh karena itu, anak berhak mendapatkan waktu yang tak terbatas untuk bermain. Menurutnya, para antropolog selalu mengatakan bahwa anak bebas bermain kapan saja dia belum tidur, sejak mereka berusia empat tahun (usia di mana mereka dianggap cukup bertanggungjawab untuk pergi ke luar rumah), hingga usia remaja (ketika mereka mulai punya inisiatif dan tanggung jawab lebih besar). Meskipun begitu, sebenarnya anak bahkan tidak membutuhkan waktu seharian untuk bermain. Menurut pedoman dari National Association for Sport and Physical Education  (NASPE ) mengenai waktu bermain bagi bayi, balita, dan anak pra sekolah, inilah waktu bermain yang dianjurkan bagi anak:

Bayi
Tidak ada batasan waktu untuk kegiatan bermain pada bayi. Dalam segala kegiatan yang dilakukan bayi, usahakan orangtua selalu mendorong perkembangan motoriknya.  

Balita
Balita sebaiknya memiliki waktu khusus bermain selama satu setengah jam. Jenis kegiatannya adalah, 30 menit untuk aktivitas fisik yang direncanakan (misalnya main mobil-mobilan atau melempar bola) dan 60 menit untuk aktivitas fisik tidak terstruktur (bermain bebas).  

Usia pra sekolah  
Waktu bermain yang dianjurkan adalah 2 jam. Jenis aktivitasnya, 60 menit untuk aktivitas fisik yang direncanakan (seperti bermain sepak bola) dan 60 menit aktivitas fisik tidak terstruktur (bermain bebas). Yang perlu diperhatikan, bayi dan anak-anak seharusnya tidak melakukan kegiatan aktif untuk jangka waktu lama atau tidak lebih dari 1 jam, kecuali mereka sedang tidur.

 

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!