Tuesday, 06 January 2015

Dongeng tepat untuk anak prasekolah

Di usia ini, anak sudah dapat diberikan dongeng yang lebih kompleks. Sebenarnya, teknis mendongengi anak 4—6 tahun tak jauh beda dengan mendongengi anak 1—3 tahun. Hanya dari segi kualitas cerita di dalam buku dongeng juga interaksi yang kita lakukan perlu ditingkatkan, mengingat kemampuan si prasekolah sudah meningkat dari sebelumnya. Saat batita, gambar di dalam buku dongeng masih sederhana dengan ukuran objeknya besar-besar. Deskripsi tulisannya pun 2—3 kalimat saja. Isi ceritanya juga masih terbilang sederhana. Sedangkan saat prasekolah, objek gambar lebih kecil dan beragam, deskripsinya 3—5 kalimat, serta isi ceritanya sudah lebih kompleks dari sebelumnya. Misal, menghadirkan 4—5 tokoh, ada dua masalah yang diungkap, lalu pesan yang diberikan pun bisa lebih variatif. Kisah tentang bebek yang rela mengantre memiliki lebih dari 2 tokoh cerita dapat kita dongengkan ke anak. Di sini ada si bebek yang mau mengantre, ada si kuda yang tidak sabar, ada rusa yang mengikuti si bebek mengantre, dan ada harimau yang mengontrol antrean. Anak usia ini mampu memahami perbedaan keempat karakter binatang yang ada di dalam dongeng itu. Ia pun mampu memahami permasalahan-permasalahan yang dibahas di dalam dongeng, bebek dan rusa yang mau mengantre dan kuda yang tak mau mengantre, lalu si harimau yang mengontrol antrean. Selain itu, fantasi anak sudah kian kuat sehingga ia bisa didongengi cerita-cerita yang secara nyata tak pernah dilihatnya, tentang “naga penguasa lautan yang baik hati,” “burung garuda penolong sesama,” atau “raksasa hijau yang memelihara gunung”, dan lainnya. Asal, saat mendongeng kita gunakan media yang memvisualisasikan cerita dengan baik—ada gambar naga, burung garuda, juga raksasa hijau—supaya anak tidak bingung membayangkan wujud dari karakter binatang yang kita ceritakan. Agar dapat mendongengi anak lebih maksimal, orangtua perlu memahami aturan, belajar sedikit, ditambah usaha kreatif dan rasa percaya diri. Tetapi, jika ayah dan ibu masih tetap bingung, boleh saja ikut seminar, workshop, atau bergabung dalam sebuah klub mendongeng. Di dalamnya kita akan diajarkan dan dicontohkan bagaimana cara mendongeng yang baik, belajar memainkan suara mengikuti karakter-karakter yang ada di dalam dongeng, juga menggunakan alat peraga, sehingga dongeng yang disampaikan dapat bermanfaat buat anak. Produk Terkait: vidoran smartvidoran xmart
Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!