Monday, 24 August 2015

Hindari Obesitas Pada Anak

Dulu, mungkin banyak orangtua yang menginginkan anaknya gemuk. Selain lucu, gemuk juga merupakan lambang kemakmuran. Padahal gemuk sejak kecil itu tidak sehat. Mengapa? Pola makan berlebih menjadikan tubuh cenderung kelebihan kalori. Apalagi semakin populernya junk food yang kaya lemak, boros gula, garam, serta sangat tinggi kalori di kalangan anak zaman sekarang. Selain itu, anak sekarang cenderung jarang bergerak. Padahal, banyak gerak akan membakar kelebihan kalori dari makanan. Anak yang gemuk akan menjadi rentan penyakit. "Gaya hidup kita sekarang ini membuat anak berisiko mengalami masalah kesehatan yang serius," tukas Sheila Gahagan, MD, dokter anak dari University of Michigan's Department of Pediatrics and Center for Human Growth and Development di Ann Arbor.
Ada beberapa jenis penyakit (kelainan hormon dan gen) yang membuat tubuh anak gemuk abnormal, dan gemuknya kelihatan tidak sehat. Kebanyakan remaja Amerika yang pola makan dan pilihan menunya serba junk food, rata-rata juga kelebihan kadar lemak dalam darahnya dan kolesterol serta trigliseridanya. Itu berarti, risiko terkena serangan jantung, stroke, dan kanker muncul sejak usia pubertas.

Meskipun begitu, Gahagan mengatakan bahwa kita masih bisa mengubah gaya hidup tersebut. Hanya saja, memperbaiki gaya hidup anak artinya juga mengubah gaya hidup orangtuanya. Dan, hal ini akan menantang bagi orangtua. Orangtua tidak boleh lagi makan berlebihan, membuat program penurunan berat badan yang instan. Cara seperti ini akan berbahaya bagi anak-anak, yang pertumbuhannya membutuhkan nutrisi dari berbagai jenis makanan, termasuk lemak sehat. Yang dibutuhkan anak adalah nutrisi baik yang berasal dari makanan rumahan, demikian Naomi Neufeld, MD, ahli endokrinologi anak dan direktur KidShape, program pengelolaan berat badan untuk keluarga. Dalam masa pertumbuhan, tubuh anak tidak boleh sampai kekurangan zat gizi. Diet menguruskan badan tidak tepat, karena mengurangi semua zat yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan. Begitu pula mengonsumsi obat antilemak. Yang dapat dilakukan mungkin dengan cara akupunktur yang bisa menekan nafsu makan, sambil tetap mengatur kecukupan gizi agar pertumbuhan anak tetap baik. Bayi dan anak sebenarnya menjadi gemuk jika porsi yang dimakan melebihi kebutuhan tubuh. Jika bayi diberi makanan sesuai dengan umur dan tahapan perkembangan usianya, kecil kemungkinan anak bakal gemuk.Nah, selain itu tentunya biasakan anak untuk selalu bergerak aktif. Ajak ia bermain di luar ruangan, seperti main bola, berenang, naik sepeda, jalan-jalan, main ayunan dan prosotan bersama anak-anak lain, dan sebagainya.

FOTO: ANAKGEMUK.JPG – THENEWAGEPARENTS.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!