Monday, 02 November 2015

Kapan Saatnya Si Kecil Tidur Sendiri

Ada saatnya Anda mulai menyadari, bahwa si kecil kini bukan bayi lagi. Seiring bertambahnya usia, tubuhnya semakin besar dan panjang. Mungkin, ini saat yang tepat untuk balita mungil Anda tidur sendiri.

Tapi kemudian Anda bertanya-tanya, idealnya, kapan waktu yang tepat bagi anak tidur di kamarnya sendiri?

Secara psikologis, perkembangan setiap anak memang tak bisa disamakan. Namun secara tumbuh kembang, American Academy of Pediatrics melalui website miliknya, HealthyChildren.org, menyebutkan bahwa anak sudah harus tidur sendiri ketika panjang tubuhnya mencapai 35 inci atau sekitar 87,5 cm.

Sebelum melakukan perpindahan tempat tidur anak, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Usia
Biasanya balita mencapai ketinggian tersebut di usianya yang ke-3. Tapi, ada beberapa orangtua yang sudah membiasakan bayinya tidur di baby crab sejak baru lahir. Barulah ketika bayinya beranjak balita, mereka mulai memindahkannya ke tempat tidur yang lebih besar.
Biasanya, semakin awal bayi ditidurkan di kasurnya sendiri, di saat besar ia jadi tak kesulitan untuk tidur sendiri. Di sisi lain, masih menurut American Academy Pediatrics, bayi yang tidur terpisah dari orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang lebih percaya diri dibandingkan dengan bayi yang tidur bersama orangtuanya.

2. Keamanan
Yang menjadi perhatian utama para orangtua ketika ingin memindahkan anak ke kasurnya sendiri adalah keamanan. Bagaimana kalau anak jatuh?
Agar lebih aman, pilihlah tempat tidur yang dilengkapi dengan pembatas tepi ranjang. Jika tidak, kelilingi kasur anak dengan bantal atau karpet yang lebih tebal. Sehingga jika anak terjatuh, ia tidak sampai terluka.

Menurut Kidshealth, jauhkan selimut dan boneka besar dari tempat tidur anak untuk menghindari sudden infant death syndrome (SIDS).

SIDS adalah sindrom kematian mendadak pada bayi berusia di bawah satu tahun yang terlihat sehat. SIDS sering disebut sebagai crib death karena mayoritas bayi yang mengalami SIDS meninggal di tempat tidurnya. Meski penyebabnya tak diketahui, banyak yang mengaitkan SIDS dengan kurang sempurnanya kemampuan bayi mengontrol pernapasan ketika tidur.

3. Jangan Jauh-jauh
Pilihlah kamar balita yang tidak terlalu jauh dari kamar Anda. Akan lebih bagus apabila kamar Anda dan anak bersebelahan. Sehingga jika anak menangis atau ada sesuatu hal terjadi, mudah bagi Anda "meraih" anak.

4. Ciptakan Suasana Nyaman
Kamar yang nyaman bisa menciptakan tidur yang berkualitas. Jadi, buatlah kamar tidur anak senyaman mungkin. Misalkan, dengan memilihkan seprai dengan karakter favorit anak, membacakan anak dongeng sebelum tidur, atau tidak mematikan lampu kamar jika anak tidak suka.
 
Di awal anak tidur sendiri, anak mungkin akan kembali tidur di tempat tidur Anda atau bangun berkali-kali sebelum benar-benar tertidur lelap. Bersabarlah dan konsisten mengembalikan anak ke tempat tidurnya kembali.Saat mengembalikan anak ke kasurnya, lakukan dengan lembut dan jangan memarahinya. Jangan terlibat percakapan atau menerima ajakannya untuk bermain.
Perlu diingat, anak membutuhkan setidaknya 10-13 jam tidur setiap hari. Dalam hal ini, tidurkan anak lebih awal dari jam rutin biasanya.

Foto: pingminghealth.com

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!