Friday, 31 July 2015

Kekurangan Gizi pada Anak Bisa Berdampak Permanen

Kekurangan gizi pada anak ternyata bisa memengaruhi begitu banyak aspek. Mulai dari lambatnya perkembangan otak, perkembangan fungsi kognitif, motorik, dan sosio emosional jangka panjang. Bahkan sebagian dampak tersebut tidak dapat diperbaiki, demikian menurut DR. Dr. R.A Setyo Handryastuti, SpA(K), Ketua UKK Neurologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Masa kehamilan adalah saat-saat penting di mana ibu membutuhkan gizi seimbang agar tak terjadi kekurangan gizi pada anak. Mulai dari makanan sehari-hari yang mengandung karbohidrat, vitamin, mineral, hingga susu ibu hamil.
"Kebutuhan tersebut tak hanya selama kehamilan saja. Setelah anak lahir pun nutrisi tetap menjadi bagian yang penting. ASI eksklusif adalah makanan yang tidak bisa digantikan dengan apapun," jelas Handryastuti.
Setelah nutrisi, faktor selanjutnya yang sangat penting adalah faktor stimulasi yang dibutuhkan untuk otak. Nutrisi tanpa stimulasi tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Volume perkembangan otak seorang anak yang baru lahir hampir 50 persen sama dengan otak orang dewasa. "Ketika anak berusia 2 tahun volumenya bertambah sekitar 20 persen. Sistem saraf penglihatan dan pendengaran sudah mulai distimulasi sejak dalam kandungan. Dianjurkan ibu hamil mengajak anak berbicara sejak dalam kandungan," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Dr. Endang D. Lestari SpA(K), MPH, Ketua UKK Gizi dan Penyakit Metabolik, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI. Menurutnya, berbagai gizi yang terdapat pada makanan memiliki manfaat langsung untuk perkembangan otak, termasuk proses kognitif dan emosi.
"AA, DHA, dan Kolin adalah beberapa komponen kunci dalam pembentukan sinaps pada 1.000 hari pertama kehidupan, atau periode emas untuk proses belajar dan pertumbuhan," jelas Endang.
Anak membutuhkan nutrisi yang seimbang mulai dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin dalam kondisi yang seimbang. Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan dari makanan yang ada di sekitar kita.
Hal ini berbeda dengan bayi yang baru lahir, di mana ia hanya membutuhkan ASI. "ASI adalah makanan yang terbaik dan seimbang karena mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin," katanya.
Setelah usia enam bulan bayi harus mendapatkan makanan padat, yang didapat dari makanan alamiah yang ada di sekitar kita seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan banyak lagi. Tumbuh kembang anak pada masa awal kehidupannya sangat pesat. Apabila ada ketinggalan di usia tersebut, dampaknya dapat merugikan.

FOTO: KURANGGIZI.JPG – KIDSPOT.COM.AU

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!