Friday, 19 August 2016

Lingkungan Pengaruhi Karakter Anak

Bunda mungkin sering mendengar, bahwa lingkungan sangat penting untuk pembentukan karakter anak. Namun sebenarnya, seberapa besar sih, pengaruhnya?

Sejak bayi, anak selalu memiliki rasa ingin tahu yang amat besar. Mereka mengamati dan menirukan apa yang ada dilakukan ayah atau bunda sehari-hari, mulai dari aktivitas hingga cara berbicara.

Jadi, mengamati lingkungan adalah kegiatan mereka sehari-hari. Hal ini berlangsung secara otomatis. Tanpa mereka sadari, cara berbicara maupun gaya berjalan mereka mulai berubah. Contohnya, jika selalu melihat adegan kekerasan, meski hanya permainan atau tontonan, maka mereka cenderung ingin mempraktikkan hal tersebut.

Pada usia di bawah lima tahun, mereka cenderung belum bisa memilah, mana perbuatan yang baik dan mana yang tidak baik. Alhasil, bisa saja mereka berubah menjadi anak yang agresif atau justru pemalu, tergantung dari lingkungannya.

Nah, agar si Kecil bisa memiliki sifat yang positif, Bunda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini:

1. Biarkan dia mengeksplorasi lingkungannya. Namun, beri tahu mana yang positif dan mana yang tidak baik. Beri alasan yang masuk akal, mengapa ia tidak boleh melakukan hal yang tidak baik.

2. Ajak dia bercerita mengenai apa yang ia lakukan di sekolah atau saat bermain di depan rumah. Dengan membangun komunikasi, maka si kecil akan merasa nyaman menceritakan hal-hal yang ada di benaknya.

3. Jadi panutan yang baik. Si Kecil akan bingung, mengapa ia tidak boleh marah-marah ke kawannya, sementara Anda sendiri kerap memarahi orang lain. Praktikkan gaya hidup sehat dan tenggang rasa, agar dia dapat memiliki karakter yang positif.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!