Wednesday, 30 September 2015

Memulai Pola Hidup Sehat di Rumah

Banyaknya mal dan tempat makan yang trendi saat ini menciptakan kebiasaan jajan bagi anggota keluarga. Tanpa Anda sadari, kebiasaan jajan membuat Anda lebih boros. Selain itu, kebiasaan jajan juga akan segera menular ke anak-anak. Selain jadi enggan makan makanan rumahan, anak jadi lebih sering makan makanan yang mengandung banyak lemak.

"Dengan gaya hidup yang serba sibuk dan cepat sekarang ini, banyak orang kehilangan kontak dengan dapur dan menghilangkan kebiasaan makan sehat, yang merupakan kunci mencegah penyakit jantung dan stroke," jelas Dr. Rachel Johnson, PhD, MPH, RD, Kepala American Heart Association Nutrition Committee dan Bickford Professor of Nutrition at the University of Vermont. "Makan di rumah bisa memperbaiki pola makan keluarga, dan lebih hemat."

Tidak perlu berpikir terlalu rumit mengenai pola hidup sehat. Karena, semuanya berawal dari rumah. Orangtua bisa menurunkan kebiasaan bugar ini pada anak-anak sejak dini, agar kelak anak tidak kesulitan untuk mengubah pola hidup yang tidak sehat.

Berikut adalah tips untuk memulai pola hidup sehat di rumah:
Biasakan makan bersama.  Ketika seluruh anggota keluarga duduk bersama di meja makan, Anda dapat mengawasi apa saja yang dikonsumsi anak. Mereka tak akan mengudap cemilan yang kurang sehat atau terlalu banyak ngemil.     

Ajak anak ikut merencanakan menu makannya. Setiap anggota keluarga boleh terlibat dalam perencanaan menu makan. Kemudian, ajak juga anak-anak untuk ikut memasak di dapur. Selain menghasilkan masakan yang lezat dan sehat, Anda juga akan menciptakan bonding bersama mereka.         
Gunakan bahan makanan yang segar. Makan sehat di rumah bisa diawali dengan memilih bahan-bahan yang segar dan alami, bukan yang sudah dikemas dalam kaleng. Gunakan juga bumbu dapur yang segar, bukan yang sudah dalam bentuk bubuk dalam botol.

Batasi asupan gula dalam minuman. Minuman yang dipermanis dengan gula tambahan (added sugar)  merupakan sumber gula terbesar bagi kebanyakan orang. Jadi, jangan biasakan menyediakan minuman soda, jus buah atau susu dalam kemasan, juga teh atau kopi dalam kotak. Semua minuman kemasan tersebut mengandung gula yang sangat tinggi. Lebih baik, minum lebih banyak air putih atau membuat jus buah sendiri.

Kurangi asupan garam dalam makanan. Jika Anda membeli makanan kemasan, bandingkan label kemasannya, dan pilih produk yang jumlah sodium paling rendah. Bila memungkinkan, hindari mengonsumsi produk makanan kemasan terlalu sering. Anda bisa kok, membuat masakan Anda sama lezatnya dengan menggunakan lebih banyak rempah dan bumbu-bumbu.

Sediakan lebih banyak buah. Kalau anak sulit makan sayur, buah akan menjadi penolongnya. Selain dimakan segar, buah juga bisa dicampurkan dalam masakan untuk menggantikan tomat atau mentimun. Misalnya, masukkan nenas ke dalam kari ayam, atau serutan mangga mengkal ke dalam tumisan ikan. Anda tak akan menyangka citarasa yang dihasilkan.

FOTO: HIDUP BUGAR.JPG – MOM MAGAZINE.COM

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!