Tuesday, 30 June 2015

Mengajari Si Kecil Makan Sendiri

Makan sendiri? Mana mungkin? Bisa-bisa meja makan berantakan dan taplak kotor semua. Tetapi itu memang salah satu risiko mengajarkan si kecil makan sendiri. Karena, kalau tak sedini mungkin diajari, si kecil tak akan pernah bisa makan sendiri. Perlu Anda sadari, mengajarkan anak makan sendiri memang gampang-gampang susah. Diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. "Tak bisa kita mengharapkan ia makan cepat-cepat. Pun tak bisa kita tinggal mereka makan sendirian. Bisa-bisa, meja makan kita penuh dengan tumpahan makanan mereka. Atau bahkan ia hanya main-main dengan makanannya. Yang paling baik adalah mendampingi mereka saat makan," tutur Dra. Surastuti Nurdadi, Msi, psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Menurut Surastuti, mengajarkan makan sebaiknya sejak sedini mungkin. "Bahkan kalau bisa sejak ia bisa memegang sesuatu, saat usia 8 hingga 10 bulan. Ajarkan ia memegang makanan kering yang bisa digenggamnya. Misalnya, biskuit." 

Anak yang sudah bisa memegang sesuatu, lanjutnya, biasanya juga mulai meniru orang dewasa. Bahkan hampir semua yang dipegang dimasukkan ke dalam mulutnya. Saat itulah saat tepat melatihnya untuk mulai makan sendiri. Mungkin belum memungkinkan bagi bayi usia 8-10 bulan untuk belajar makan sendiri. Tetapi pada usia itu anak justru perlu dilatih kedisiplinannya, bahwa makan harus di meja makan. Misalnya, saat menyuapi si kecil bubur, suapilah sambil duduk di meja makan. "Yang penting, ia tahu, makan harus di meja makan. Jangan sambil jalan-jalan. Kalau kita latih ia sejak dini, lama-lama hal itu akan tertanam di benaknya," tutur Surastuti. Kebiasaan ini tetap harus dipegang saat ia diajak berkunjung ke rumah nenek atau saudaranya. Sehingga anak tahu, begitu didudukkan di kursi makan itu berarti waktunya ia makan. Kalau ia belum bisa duduk, dipangku juga boleh asalkan  tetap lakukan hal ini di meja makan. Kalaupun anak rewel, menolak makan di meja makan, jangan cepat-cepat menyerah lalu menuruti keinginannya untuk makan sambil berjalan-jalan. Jika demikian, anak jadi tidak bisa menghargai waktu makan. Itulah perlunya melatih si kecil makan di meja makan sejak dini.

Tahap berikutnya adalah mengajarkan anak makan sendiri setelah ia bisa memegang peralatan makan dengan benar. Terutama pada saat ia berusia 1-3 tahun. Latih anak cara menyuapkan makanan ke mulut. Gunakan peralatan makan khusus untuk anak. "Selain melatih si kecil belajar makan, sekaligus kita juga melatih motorik tangan mereka. Karena kalau tidak dilatih sejak kecil, bisa jadi ia memegang sendok dan garpu itu dengan cara yang aneh, misalnya seperti orang yang mencangkul," jelas Surastuti. Surastuti juga mengakui, untuk meminta si kecil duduk diam dengan manis di meja makan memang bukan pekerjaan mudah. Bisa saja terjadi, baru duduk 5 menit, ia sudah turun dan main kembali. "Itulah mengapa pada saat makan sebaiknya konsentrasikan ia pada makanan. Jangan biarkan hal-hal di luar dirinya mengganggu konsentrasinya." 

Contohnya, jika ada anggota keluarga lain yang menonton televisi, lebih baik segera dimatikan karena bisa jadi si kecil pun ingin ikutan menontonnya. Bahkan hal ini bisa dijadikannya sebagai alasan untuk menolak makan. Kalaupun mau, si kecil makan sambil menonton televisi. Hal ini sama saja dengan merusak disiplin yang sudah diajarkan.Sebagai orangtua, sabarlah jika meja makan menjadi berantakan dan taplak menjadi kotor karena ulah si kecil. Jika ia mengotori taplak dan Anda marah, hal ini akan menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan pada si anak perihal makan. Kalau trauma makan itu membekas, ia bisa mogok makan. (*)


FOTO: MAKANSENDIRI.JPG – BABYCENTRE.CO.UK

 

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!