Thursday, 31 March 2016

Motorik Kasar & Motorik Halus, Apa Bedanya?

Keterampilan motorik buah hati yang tumbuh dan berkembang secara optimal pastinya menjadi dambaan setiap orang tua. Karena itu, stimulasi yang sesuai tahapan harus Bunda berikan sejak dini, terutama untuk perkembangan motorik kasar dan halus.

Motorik Kasar

Dikenal juga dalam istilah gerak kasar atau gross motor skill. Artinya, kemampuan si Kecil menggerakan tubuhnya menggunakan otot-otot besar yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan perkembangan fisik anak. Berikut tiga jenis kemampuannya:

1. Lokomotor. Kemampuan anak memindahkan tubuh dari satu ke tempat lain, sepeti berjalan, berlari, atau naik-turun tangga.
2. Non-lokomotor. Suatu gerakan tanpa harus memindahkan tubuh, contohnya menekuk, memutar, atau mengayun.
3. Manipulasi. Kemampuan anak menggunakan benda atau media lain dalam bergerak. Ini melibatkan beberapa anggota tubuh dan koordinasi, misalnya melempar, memukul, atau menangkap.

Motorik kasar berkembang seiring  dengan kematangan fisik anak. Dan tentu saja ini dipengaruhi oleh perkembangan saraf, kemampuan fisik untuk bergerak, dan lingkungan pendukungnya. Untuk melatih motorik kasar si Kecil, Bunda  bisa mengajaknya melakukan kegiatan outdoor, seperti bermain ayunan, lempar-tangkap bola, lompat tali, atau mengendarai sepeda.

Motorik Halus

Berbeda dengan motorik kasar, gerak halus atau fine motor skill merupakan keterampilan yang memerlukan kemampuan otot-otot kecil dan koordinasi mata-tangan dalam beraktivitas. Perkembangan motorik halus anak dimulai saat seluruh bagian tubuhnya bisa bergerak secara stabil. Anak juga tertarik mempelajari sesuatu menggunakan tangannya sendiri seiring berkembangnya kemampuan kognitif dan kecerdasan sosialnya.

Saraf motorik halus dapat dilatih dan dikembangan dengan beberapa cara, seperti bermain puzzle, menyusun balok, mewarnai, juga melalui seni melipat kertas atau origami.

Ingatlah Bunda, berikan berbagai stimulasi secara rutin, untuk membantu anak  mengembangkan kemampuan motoriknya. Jangan memaksanya, tapi berikan latihan yang sesuai dengan usia, fisik, dan mental si Kecil.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!