Wednesday, 30 September 2015

Pentingnya Fase Merangkak pada Bayi

Bayi yang melewati salah satu fase tumbuh kembang, misalnya langsung bisa berdiri tanpa melewati fase merangkak, kerap dianggap sebagai kebaikan karena tumbuh kembangnya pesat. Padahal yang terjadi justru sebaliknya.

"Merangkak itu langkah utama untuk koordinasi, karena itu kesempatan pertama untuk mempraktikkan koordinasi lengan dan kaki dalam gerakan yang timbal-balik. Ketrampilan ini digunakan dalam aktivitas seperti berpakaian, makan, dan olahraga," kata Jane Case-Smith, Direktur Divisi Terapi Okupasi di Ohio State University's School of Allied Medical Professions in Columbus. "Anak yang melewatkan masa merangkak harus berjuang lebih keras untuk mengejar kemampuan itu."

Jika langsung berjalan, anak juga tidak akan mendapatkan manfaat dari aktivitas di lantai. Ketika merangkak, anak belajar melalui interaksi dengan kedua tangannya. Interaksi itu tidak akan didapatkan jika mereka langsung berjalan, karena mereka harus menggunakan kedua tangan untuk keseimbangan tubuh, tambah Karen Hendricks-Muñoz, MD, Kepala Neonatology dan Associate Professor Kesehatan Anak di New York University's School of Medicine.

"Bernavigasi di lantai juga membantu kemampuan orientasi ruang dan arah, dan persepsinya mengenai kedalaman juga berkembang lebih cepat,” tuturnya.
Oleh karena itu, anak harus diberi stimulasi untuk merayap kemudian merangkak sejak bayi mulai bisa tengkurap. Merayap adalah fase saat buah hati tengkurap dan menggeserkan tubuhnya dengan bertumpu pada perut, sementara merangkak terjadi saat bayi bergerak bertumpu pada tangan dan kaki.

Fase merangkak pada bayi pun harus dilakukan dengan benar. "Bayi bukan sembarang bergerak maju atau mundur dalam posisi tengkurap semata, melainkan harus diperhatikan koordinasi antara kaki dan tangannya," jelas Irene F. Mongkar, pakar stimulasi anak dan praktisi Metode Glenn Doman.

"Merangkak yang benar adalah saat tangan kanan bergerak ke depan, diikuti oleh kaki kiri yang melangkah, begitu pun sebaliknya saat tangan kiri merengkuh ke depan, kemudian kaki kanan yang bergerak. Jika bayi merangkak seperti ini berarti koordinasi tubuhnya sudah baik dan benar," ungkapnya.
Meskipun demikian, orangtua tidak perlu memaksa anak mencapai salah satu milestone dalam tumbuh kembangnya lebih cepat. Anda tidak perlu memaksa anak agar lebih cepat merangkak, ataupun lebih cepat berjalan. Intinya, biarkan semuanya berjalan dan berproses secara alami.

FOTO: MERANGKAK.JPG – BABYCENTER.COM.AU

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!