Tuesday, 12 July 2016

Perlukah Psikotes Pada Anak Usia Prasekolah

Apakah Bunda pernah ditawari tes psikologi/psikotes untuk anak? Belakangan anak usia prasekolah  ditawari untuk psikotes ini. Mungkin Bunda ragu-ragu, penting tidak sih, anak usia prasekolah menjalani psikotes?

Tergantung kebutuhan

Psikotes biasanya dilakukan tergantung kebutuhan. Jadi jika diperlukan saja. Misalnya terdapat kondisi tertentu yang mengharuskan seorang psikolog untuk melakukan pengetesan kecerdasan (tes IQ), seperti persyaratan masuk sekolah. Bisa juga karena ada kasus tertentu yang berkaitan dengan aspek kecerdasannya.

Tidak bisa dijadikan acuan 100%

Anak prasekolah biasanya gampang dipengaruhi mood dan lingkungan, sehingga hasil tes tidak bisa dijadikan acuan sepenuhnya. Biasanya hasil tesnya akan berubah mengikuti perkembangan usianya. Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan, pengalaman, proses belajar, dan stimulasi yang diberikan.

Apa manfaatnya?

Sisi baiknya, Bunda jadi tahu bakat dan minat anak. Sehingga Bunda bisa memfasilitasi minat dan bakatnya tersebut, serta memberikan keleluasan anak untuk mengembangkannya. Jangan lupa untuk terus memberikan stimulasi dan kegiatan eksplorasi yang mendukung.

Apa saja yang dites?

  • Kecerdasan umum (IQ).
  • Koordinasi sensomotorik, berupa kemampuan motorik halus dan kasar yang berpengaruh pada kegiatan belajar seperti menulis.  
  • Kemampuan wicara, yang nantinya berpengaruh pada kemampuan menyerap materi pelajaran.
  • Persepsi visual, terkait dengan kemampuan anak untuk mengolah input visual.
  • Konsentrasi, hubungan sosial, dan kematangan emosi. 
Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!