Monday, 20 June 2016

Serunya Menulis Jurnal

Membiasakan anak menulis jurnal itu banyak manfaatnya, lho, Bunda. Apalagi kalau anak sudah piawai menulis (usia 6-8 tahun). Selain meningkatkan kreativitas, menulis jurnal merupakan  proses kreatif. Saat menulis anak menciptakan sesuatu, mempunyai pertanyaan, melibatkan keraguan, sampai ia bisa menemukan solusinya. Begini caranya, mendorong ia menulis jurnal.

Tumbuhkan cinta membaca terlebih dahulu
Banyak membaca akan memperluas wawasannya. Anak jadi memiliki banyak tema untuk ditulis selain cerita keseharian. Lewat buku yang dibacanya, anak juga belajar tata bahasa dan memiliki cita rasa menulis yang khas. 

Ajak dia memilih buku jurnalnya
Bebaskan anak memilih buku jurnalnya agar ia merasa nyaman. Katakan padanya, ia bisa menulis apa saja yang diinginkannya seperti puisi, kalimat deskripsi, cerita fiktif, bahkan catatan harian.

Dorong dan berilah pujian
Jika anak meminta Bunda untuk membaca jurnalnya, jangan buru-buru mengoreksi tulisannya karena bisa mematikan keinginannya menulis jurnal. Tunjukkan ketertarikan Bunda, lalu bacalah dengan senang. Beri pujian atas kemampuan menulisnya. Jika anak mengijinkan, Bunda bisa menambahkan komentar menyenangkan di buku jurnalnya.

Jangan membaca jurnal tanpa seijin anak
Ini penting sekali, Bunda. Mencuri baca jurnalnya bisa meruntuhkan kepercayaan dan keinginan menulis. Redam keingintahuan Bunda, ya.

Jurnal interaktif
Seru buat dicoba, nih. Jika anak suka menulis cerita pendek, dengan seijinnya, kirimkan buku jurnalnya ke nenek. Minta mereka mengomentari tulisannya, lalu kirim ke anggota keluarga lain. Begitu seterusnya. Anak akan antusias melihat banyak orang terkasihnya yang menulis komentar untuknya. Ia pun makin semangat menulis.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!