Monday, 01 September 2014

Sterilisasi Alat Makan dan Minum Bayi

Orang tua zaman dulu sering berujar, tak perlu mencuci alat makan-minum bayi kelewat bersih. "Nanti malah sakit!"

Tentu saja itu tak benar. Sebaliknya, kita juga kerap melihat ibu-ibu yang kelewat "semangat" merawat peralatan makan-minum bayinya. Misalnya, direbus dalam air mendidih sampai-sampai botol atau gelas berubah bentuk karena tak tahan panas yang kelewat tinggi. Maunya, sih, biar benar-benar steril.

Memang benar, peralatan makan-minum bayi harus dirawat dengan baik. Artinya, harus bebas kuman. Soalnya, bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Baik karena kuman, parasit, atau jamur. Penyebabnya, kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna.

Karena itu orang yang akan kontak dengan bayi harus dalam keadaan benar-benar bersih. Begitu juga saat menyiapkan makan dan minuman bayi. Termasuk, kebersihan peralatan makan-minumnya.

Sejumlah peralatan makan-minum malah tak boleh sekadar dibersihkan dari kotoran, melainkan harus disterilkan. Tujuan utama sterilisasi peralatan makan-minum bayi adalah mencegah timbulnya penyakit menular dan gangguan di saluran cerna.

Umumnya sterilisasi botol sangat diperlukan, terutama pada bulan-bulan pertama kelahirannya. Setelah usia bayi bertambah, umumnya kekebalannya mulai meningkat seiring dengan diberikannya imunisasi dasar. Di samping itu, di saluran cernanya mulai diberikan makanan tambahan pendamping ASI atau PASI.

Peralatan makan yang harus dapat perhatian utama adalah botol susu. Sterilisasi botol harus dilakukan karena pemakaian botol susu bisa agak lama, sehingga mudah sekali terjadi kontaminasi. Ini berbeda dengan pemakaian piring dan alat makan lain, yang biasanya selesai dipakai dalam waktu 30-40 menit.

Jika peralatan makan-minum tak steril, bayi bisa terserang kuman dan timbul infeksi. Umumnya, ada tiga faktor yang mendasari infeksi. Yakni, daya tahan tubuh, jumlah kuman, dan ganasnya kuman. Tetapi, meski jumlah kuman banyak dan ganas, jika daya tahan tubuh bagus tak akan terjadi infeksi.

Meskipun begitu, segala sesuatu yang berlebihan juga tak baik. Kalau semua alat makan-minum dibuat steril dan bebas kuman, jelas tidak terjadi proses stimulasi atau kolonisasi kuman di dalam usus. Padahal, kuman merupakan suatu ekosistem. Bila di usus tak ada kumannya, maka ekosistemnya jadi tidak stabil. Akibat selanjutnya, jamur tumbuh secara berlebihan sehingga tak seimbang. Hal ini pun bisa menyebabkan infeksi usus.

Selain itu, usahakan semua peralatan makan-minum dalam keadaan steril. Tapi untuk peralatan makan (piring, gelas, sendok, dan lainnya), tak harus direbus hingga 100 persen steril seperti halnya botol susu. Cukup dibilas dengan air panas atau celupkan sebentar di air mendidih.

Produk Terkait: Susu vidoran Xmart
Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!