Monday, 20 June 2016

Sukses Disiplinkan Anak Dengan "Time Out"

Daripada memarahinya, terapkan teknik "Time Out" atau sudut diam pada anak. Ini bukan hukuman, melainkan strategi mengajari anak mengendalikan diri dan menenangkan diri sendiri.  Anak duduk di kursi time out untuk belajar mengatur pikiran dan perasaan sampai mereka siap mengungkapkannya. Gampang, kok, ini aturan mainnya :

Siapkan kursi time out
Pilih kursi yang sesuai dengan tubuh anak, lalu tempatkan di ruangan  dengan penerangan yang cukup agar anak tetap merasa nyaman. Jangan membuat kesan time out itu menyeramkan karena bisa membuat anak trauma.

Buat kesepakatan
Sebelum memberlakukan sistem ini, ajak anak untuk membicarakannya. Katakan jika anak berperilaku buruk seperti memukul, berbohong, atau mengamuk tanpa alasan, anak harus duduk di kursi time out sampai bisa menenangkan diri.

Beri peringatan terlebih dulu
Sebelum menarik anak ke zona time out pada anak, berikan peringatan terlebih dulu. Seringkali anak belum paham kalau apa yang dilakukan itu salah. Nah, kalau sudah 3 kali peringatan masih saja tidak mengerti, baru, deh, Bunda bisa memberlakukan time out untuknya.

Tetapkan waktu time out
Tak perlu lama-lama, cukup 1 menit per satu tahun usia. Jika anak berumur 3 tahun, berarti waktu time out-nya 3 menit. Setelah 3 menit dekati anak, beri pelukan, dan ajak bicara. Namun jika ia masih menangis dan meraung, tambah waktunya 3 menit lagi, sampai ia bisa mengendalikan diri.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!