Monday, 02 November 2015

Tips Aman Menggunakan Gendongan Bayi

Memilih gendongan bayi ternyata tak semata dilihat dari kenyamanannya. Pasalnya, ada jenis gendongan bayi yang bisa membahayakan buah hati.
Consumer Product Safety Commission (CPSC), sebuah lembaga independen yang memonitor keamanan produk konsumen di Amerika Serikat,  telah mengeluarkan peringatan tentang penggunaan gendongan bayi yang aman untuk bayi berusia di bawah empat bulan.
Isinya, mengimbau para orangtua untuk mengetahui cara memakai selempang atau gendongan bayi secara benar. CPSC merekomendasikan agar saat menggendong, orangtua waspada. Salah satunya, pastikan wajah bayi tidak tertutupi.

Menurut ahli produk bayi, Lizzy Ruffles, "Ada beberapa kasus tragis dilaporkan di Amerika Serikat terkait bahaya gendongan bayi ini. Maka, Anda harus selalu mengikuti instruksi dengan saksama untuk memastikan apakah penggunaannya sudah benar dan aman atau justru perlu diperbaiki."

Agar kejadian tak diingankan itu tak terjadi pada Anda, simak tips aman menggunakan gendongan bayi berikut ini, yuk!

1. Cukup Ketat
The UK Sling Manufacturers and Retailers Consortium merekomendasikan, saat menggendong bayi, maka gendongan harus cukup ketat agar bayi selalu dekat dengan tubuh Anda. Wajah bayi harus terlihat hanya dengan sekali lirikan orangtua ke arah bawah. 

2. Jarak Ibu dan Bayi
Posisikan bayi dekat dengan dagu Anda. Caranya, lakukan tes berikut: Apakah saat membungkuk Anda dapat mencium kepala atau dahi bayi?
Pastikan selalu ada jarak minimal selebar jari antara dagu bayi dan dada Anda agar bayi mudah bernapas. Bayi harus nyaman dengan selempang sehingga dalam posisi alami, perut dan dada Si Kecil menghadap Anda.

3. Bergerak Bebas
Saat bayi beranjak besar, mereka akan melihat dan berinteraksi dengan orang lain. Jangan halangi keinginan tersebut. Beberapa selendang dapat digunakan, seperti model ransel yang membuat bayi menghadap ke depan. Namun, pastikan pula bahwa dengan posisi menghadap ke depan, tidak memengaruhi kaki dan tulang belakang bayi yang sedang tumbuh.
Kuncinya, Anda tak bisa meletakkan posisi bayi menghadap ke depan sebelum ia dapat mengangkat kepala dan bahu sendiri. Bayi harus bisa menggerakkan tangan dan kakinya dengan bebas dan pastikan bayi tidak di posisi tersebut terlalu lama.

4. Tali Penyangga Kuat
Pilih gendongan dengan tali tebal agar bisa menopang berat bayi sehingga posisinya merata di seluruh punggung Anda. Selain itu, gendongan bayi yang menggantung dari bahu Anda bisa sangat tidak nyaman ketika dipakai untuk waktu yang lama.

5. Sanggaan Tulang Belakang
Hal lain yang harus diperhatikan, gendongan harus mampu memegang bayi lebih dekat terhadap tubuh Anda dengan dukungan yang tepat sepanjang tulang belakang. Terutama, untuk bayi yang baru lahir. Atau, gendongan dapat digunakan dalam posisi duduk untuk bayi yang baru lahir sehingga mereka dapat berbaring di gendongan.

Foto: projectnursery.com

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!