Monday, 02 November 2015

Wajarkah Bila Balita Suka Dandan

Ada yang berbeda hari-hari belakangan ini. Ami (4), belakangan mulai terlihat centil. Secara diam-diam, ia ternyata mulai menggunakan peralatan makeup orangtuanya. Baik itu bedak, perona pipi, hingga lipstik.

Awalnya, Ami menggunakannya diam-diam. Tapi kelamaan aktivitas mencoba-coba ini ketahuan oleh orangtuanya. Sebagai orangtua, bagaimana kita harus bersikap?

George Herbert Mead menyebutkan akan muncul fase meniru (play stage) pada anak usia ini. Anak-anak mulai bisa meniru dengan sempurna apa peran-peran yang dilakukan orang dewasa, termasuk saat anak melihat ibu atau kakaknya berdandan. 

Maka, apabila masih dalam tahap normal, orangtua sebetulnya tak perlu khawatir. Tahap meniru ini juga bisa dilihat ketika anak-anak sedang bermain dengan teman seusianya. Biasanya, mereka senang bermain peran. Anak di usia ini, memang tengah menikmati menirukan orang-orang dewasa di sekitar mereka.

Tapi, hati-hati kebablasan. Saat anak terlalu dini dan terlalu sering mengenakan makeup, ternyata bisa berpengaruh terhadap citra dirinya. Tapi, kapan anak dikatakan terlalu dini mengenakan makeup?

Henry Paul, psikiater tumbuh kembang, berpendapat bahwa anak usia balita, masih terlalu muda untuk berdandan.

"Pasalnya, berdandan dalam beberapa hal bisa membuat kecanduan. Apabila terlalu dini dan tak diberikan pemahaman yang benar, anak-anak bisa mengejar kesempurnaan dengan cara yang keliru. Di kemudian hari, mereka bisa terus terpacu mengejar kesempurnaan yang bersifat fisik,” kata Paul.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang, apabila anak menjadi ketergantungan terhadap kosmetik, itu bisa mengikis rasa percaya diri dan mengubah citra diri anak. "Mereka akan mulai menilai diri mereka hanya sebagai anak-anak yang cantik."

Senada dengan hal itu, Dr. Logan Levkoff, penulis buku “Third Base Ain’t What It Used To Be”, apabila kita membiarkan anak-anak berdandan sejak dini dan keinginannya memulas wajah semakin tak bisa dikontrol, maka ia akan tumbuh menjadi sosok yang mengukur segala sesuatu dengan apa yang tampak, alias menilai semata lewat tampilan fisik.

Tapi jangan keburu khawatir dulu, hal tersebut bisa terjadi apabila anak sudah mulai keranjingan berdandan di kehidupan sehari-harinya. Apabila yang ia lakukan hanya eksperimen di rumah, tanpa dikenakan saat ia akan ke luar rumah, artinya apa yang buah hati lakukan semata proses meniru dan mencoba hal-hal baru.

Foto: telegpraph.co.uk

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!