Dunia Smart vidoran

Konsultasikan seputar kesehatan si Kecil di Tanya Pakar vidoran.
Pertanyaan terpilih akan dijawab langsung oleh ahlinya!

Topik & Jawaban

SUSAH BAB

Tanti hikmawati


Q: Anak sy sudah 2 bulan minum susu vidoran xmart 1+. Umurnya 2,5 tahun. Awalnya BAB 2 hari sekali. Tapi lama kelamaan jadi 4-5 hari sekali. Apakah ada efek samping minum vidoran xmart?apakah anak saya tidak cocok minum susu vidoran xmart?terimakasih

A: Halo Bunda Tanti,

Konstipasi merupakan hal yang cukup sering terjadi pada anak-anak dikarenakan jadwal BABnya yang belum teratur atau pergerakan ususnya yang lebih lamban dari normal sehingga BABnya sulit, keras dan sakit. Ada kemungkinan susu formula berbasis susu sapi juga menyebabkan kotoran menjadi lebih keras dan padat. Bunda dapat juga mengamati apakah ada tanda alergi susu sapi, seperti: perut kembung, diare, BAB berdarah, rewel, muntah, ruam/kemerahan pada kulit. Untuk mengatasi sulit BAB bunda dapat melakukan hal berikut:
• Memastikan si kecil cukup mendapat cairan. Bunda dapat menawarkan minum air putih menggunakan sippy cup setiap 1-2 jam.
• Berikan larutan serat yang dapat diperoleh di apotek atau dengan memberikan puree sayur dan buah. Makanan tinggi serat yang baik diberikan misalnya pisang, pir, labu kuning, wortel, buah bit, dll.
• Bayi yang kurang aktif atau sedikit bergerak dapat memperlambat kerja usus. Bunda dapat melakukan pijitan lembut pada bagian perut si kecil, mengajaknya bermain, maupun menggerakan bagian tubuhnya ketika ia berbaring.

Pada usia ini, anak-anak perlu mengkonsumsi beraneka ragam makanan untuk memastikan kebutuhan gizinya tercukupi selama tumbuh kembangnya. Berikanlah anak anda makanan sehat bergizi, seperti: sayur-mayur, buah-buahan, nasi, daging, ikan, telur, kacang-kacangan, susu, keju/yogurt, dll. Kurangi/hindari memberikan makanan/ cemilan yang tinggi kalori, gula, maupun MSG, seperti: chips, keripik, permen, coklat, junkfood, minuman kemasan, soda, dll. Si kecil dapat diberikan susu tidak lebih dari ±500 ml per hari atau 2 gelas kecil.
Amati pertumbuhan fisik si kecil dengan rajin mencatat tinggi dan berat badannya, kemudian dicocokan dengan kurva standar pertumbuhan di puskesmas. Apabila pertumbuhannya terhambat, si kecil terlihat lesu dan tidak aktif, segera konsultasikan kesehatannya dengan dokter spesialis anak.

Semoga penjelasannya cukup membantu ya, Bunda. Terima kasih.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!