Dunia Smart vidoran

Konsultasikan seputar kesehatan si Kecil di Tanya Pakar vidoran.
Pertanyaan terpilih akan dijawab langsung oleh ahlinya!

Topik & Jawaban

ANAK SUKA MEMUKUL KEPALA-NYA SENDIRI

Dian Endah Maharani


Q: Sore dok, saya mau bertanya. Anak saya usia 2 tahun 4 bulan saat ini sedang aktif-2nya bergerak. Yang ingin saya tanyakan apakah normal jika anak suka memukul kepala sendiri dengan tangannya ketika sedang cranky ? saya kutir krn kadang sangking marahnya dia suka membenturkan kepala kedinding. apakah hal ini wajar dialami anak seusianya ? tks dok

A: Halo, Bunda Dian. Kebiasaan memukul kepala dapat muncul pada usia sekitar 1 hingga 3 tahun. Anak laki-laki lebih sering menunjukkan kebiasaan ini dibandingkan perempuan. Ada beberapa alasan mengapa anak memiliki kebiasaan tersebut. Pertama, kebiasaan memukul kepala merupakan usaha menenangkan diri dengan gerakan yang teratur atau berulang. Kedua, ini merupakan usaha mengalihkan rasa nyeri yang dirasakan saat tumbuh gigi atau infeksi, misalnya. Ketiga, bisa jadi anak melakukan kebiasaan ini saat sedang mengalami tantrum atau ingin mengungkapkan emosi yang kuat. Sebagian besar anak akan meninggalkan kebiasaan ini pada usia 3 tahun. Untuk menghadapinya, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan memberikan perhatian saat anak sedang memukul kepala. Apabila orangtua tampak panik atau segera menunjukkan reaksi seperti berteriak, kaget, atau marah, maka anak akan lebih mungkin terpicu untuk mengulangi kebiasaan tersebut. Berikanlah perhatian pada anak di saat ia sedang tidak melakukan kebiasaan tersebut. Periksa dahulu apakah anak sedang mengalami demam atau infeksi, serta luangkanlah waktu untuk bermain dan memberikan stimulasi pada anak agar ia melupakan kebiasaan memukul kepala untuk mencari perhatian. Selanjutnya, orangtua dapat mengajarkan anak aktivitas yang bersifat ritmis sebagai penyaluran kebiasaan dan perasaannya dengan lebih tepat. Misalnya, memberikan permainan musik untuk dipukul, menari, ataupun menyanyi. Apabila gejala terus berlanjut dan semakin sering, sebaiknya anak diperiksakan langsung ke dokter spesialis anak. Semoga bermanfaat ya, informasinya. Terima kasih.

Jadi yang pertama tahu promo dan artikel terbaru dari vidoran dengan berlangganan Newsletter ini!